![]() |
| Ilustrasi.(Foto: Istimewa) |
Laporan: Much Yatin
SALATIGA | Oborrakyatnews.com - Progam Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) di beberapa Kelurahan yang terpilih, yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Salatiga dikeluhkan masyarakat penerima.
Sejumlah masyarakat penerima yang enggan disebutkan namanya mengeluh. Disebutkanya, material yang dikirim tidak sesuai dengan mutu kualitasnya.
"Meski itu bantuan, tapi barang yang kita terima tidak sesuai,"ucapnya.
Kami hanya masyarakat kecil, meski tahu hanya bisa diam saja."Terserah kalau saya mas,"ungkapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perkim, Enny Endang Surtiani saat dikonfirmasi oborrakyatnews.com melalui whatsaApp perihal tersebut mengatakan bahwa soal pekerjaan fisik rumah yang mengerjakan pemilik rumah.
"Ada laporan darimana y? Klo masalah pekerjaan fisik rumah kan yang mengerjakan pemilik rumah masing masing,"katanya.
Dijelaskan Eni, dinas hanya memberikan bantuan material. Material yang dikirim sudah sesuai dengan yang dibutuhkan menurut gambar dan rencana anggaran belanja yg disusun oleh Tenaga fasilitator lapangan. Biasanya di perjalanan masyarakat merubah rencana. Padahal setelah anggaran ditetapkan tidak boleh merubah perencanaan. Harusnya kalau mau merubah pekerjaan ya sebelum RAB ditetapkan.
Ditambahkan Eni, ada surat persetujuan rencana pekerjaan dari masing masing penerima bantuan juga.
"Emang butuh ekstra tenaga unt melayani masyarakat krn masing2 beda beda keinginan dan kemampuannya,"pungkasnya.
Dari informasi dihimpun Oborrakyatnews.com, progam BSRS tersebut dilaksanakan oleh rekanan dari CV DC milik IND warga Kecamatan Tuntang.(*)
