Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sekda Jateng Prihatin Anak Lebih Suka Curhat ke AI Ketimbang Orang Tua

Rabu, 15 April 2026 | April 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-15T03:49:35Z
Laporan: Lela A

SEMARANG, KABARKS. COM– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempertegas komitmen dalam membangun ketahanan keluarga melalui penguatan program prioritas nasional Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul menuju Indonesia Emas 2045. Hal ini disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Bangga Kencana Tingkat Provinsi Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Selasa (14/4/2024).

"Rapat koordinasi ini sangat strategis untuk menyamakan persepsi dan langkah agar lebih efektif. Kita ingin membangun keluarga yang sejahtera untuk mencetak SDM unggul," ujar Sumarno mewakili Gubernur Jawa Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Sumarno menyoroti fenomena sosial berdasarkan survei Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jateng. Hasil survei menunjukkan tren mengkhawatirkan di mana anak-anak lebih memilih mencurahkan isi hati (curhat) kepada kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan teman sebaya dibandingkan kepada orang tua.

"Kita prihatin, ternyata banyak anak yang kalau ada masalah curhatnya ke AI, bukan ke bapak ibunya. Melalui Bangga Kencana, saya mengajak masyarakat untuk kembali ke keluarga. Mari luangkan waktu tanpa gadget untuk saling mengobrol," tegasnya.

Program Bangga Kencana di Jawa Tengah tahun 2026 mencakup lima instrumen utama: Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), Sidaya (Lansia Berdaya), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), dan pengembangan Super Apps.
Kepala Perwakilan BKKBN Jateng, Rusman Effendi, menambahkan bahwa implementasi kelima program tersebut memerlukan dukungan penuh dari seluruh pemerintah daerah di kabupaten/kota.

Senada, Kepala DP3AKB Jateng, Ema Rachmawati, menjelaskan rincian implementasi program tersebut. Di antaranya melalui penguatan Tim Pendamping Keluarga (TPK), advokasi sekolah ramah anak, hingga terobosan Serat Kartini (Sekolah Cerdas Perempuan Masa Kini) untuk pemberdayaan perempuan dan lansia.

Acara yang dihadiri oleh jajaran OPD dan mitra BKKBN se-Jateng ini juga diwarnai dengan penandatanganan kerja sama dengan Universitas Aisyiyah Surakarta. Selain itu, Sekda Sumarno menyerahkan penghargaan bidang kependudukan kepada Kota Surakarta, Kabupaten Temanggung, serta penghargaan program Tamasya kepada Kabupaten Klaten.

×
Berita Terbaru Update