Oborrakyatnews. com - Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken mengaku prihatin dengan masifnya gerakan NII yang mengakibatkan banyaknya korban dikalangan masyarakat dan yang paling banyak adalah kalangan pelajar dan mahasiswa.
Tapi dalam hal ini Ken tidak menyalahkan siapapun, termasuk pihak sekolah, kampus, aparat maupun pemerintah.
Jangankan kampus, aparat dan pemerintah, banyak laporan korban ke NII Crisis Center itu keluarga terdekat yang setiap hari bertemu saja tidak tahu dan tidak bisa mendeteksi jika salah satu kerabatnya terpapar NII.
Tapi Ken berharap aparat dan pemerintah meningkatkan kewaapadaan dengan mengadakan sosialisasi pencegahan agar masyarakat waspada.
Ken menyebut beberapa korban NII di Lampung yang melapor itu mengatakan bahwa salah satu cara pendekatan perekrut NII dengan istilah Pejuang Hijrah Lampung, bukan hanya di kampus UIN Lampung saja, tapi kampus lain juga ada, bahkan ada mahasiswi S2 Unila Lampung juga ada yang melapor ke NII Crisis Center karena diteror oleh NII.
Tema tema hijrah dan Cinta Sunnah dianggap lebih menarik dan anak muda banyak yang berminat, orang yang sudah bergabung di NII selangkah lagi bisa jadi teroris karena krbencian kepada kelompok lain dan kebencian kepada pemerintah sangat tinggi.
Bahkan Ken mendapat informasi pada hari ini, Jumat pagi, tanggal 20 Januari 2023 ada penangkapan terduga teroris dari kelompok NII jaringan mahasiswa dengan inisial A di Jl. Ancol Selatan Kec. Tanjung Priok Jakarta Utara, Rilis resminya segera diupadate. Tambah Ken.
Diharapkan masyarakat waspada, bentengi keluarga dan lingkungan dari bahaya kelompok radikalisme yang mengatasnamakan agama.
Jangan pernah merasa aman, sebab jika merasa aman maka justru saat itulah bahaya terbesar sudah mengintai kita semua, ketika merasa aman kita muda lengah dan terlena. Tutup Ken.(**)