| Muhammad ashary pawane SH. |
Kabupaten Pulau Morotai, Oborrakyatnews. com - Untuk mewujudkan pemerintahan yang dapat melakukan semua tugas pokok dan mengemban misinya, diperlukan lembaga dan pemimpin yang siap melayani rakyatnya. Sejauh ini, sudah terlihat bahwa kehadiran lembaga pemerintahan semakin dominan dalam mewarnai kehidupan rakyat. Sayangnya, lembaga tersebut seringkali tidak begitu mampu memberi pelayanan yang baik.
Dengan mengambil Indonesia (Morotai) sebagai objek kajian, semakin terasa meningkatnya keluhan rakyat atas pelayanan yang miskin pada berbagai tingkatan dan sektor. Melalui berbagai media sosial kita menyaksikan masih terus mengalirnya berita tentang penyalahgunaan kekuasaan (power abuse). Salah satu sebab, kalau bukan sebab utama, dari semua itu adalah terbatasnya kehadiran pemimpin yang tidak memiliki nurani berkomitmen sebagai pelayan (servant leaders).
Asas pertanggungjawaban kepada rakyat (public accountability), sesuatu yang secara hakiki pada eksistensi kepemimpinan, belum terhayati. Akibatnya, partisipasi rakyat di berbagai sektor pun masih sulit dipacu. Apa yang secara umum kita saksikan adalah kehadiran pemimpin yang lebih suka dilayani, bukan melayani, dan partisipasi rakyat yang lebih banyak bermakna pengorbanan, bukan aktivitas yang bersifat mandiri untuk mencapai tujuan yang telah disepakati bersama.
Secara mendasar, keluhan rakyat Morotai tentang rendahnya kualitas pelayanan publik di bidang perijinan usaha, pengawasan lingkungan hidup, rumah sakit, pendidikan, jalan raya, air minum, listrik dan sebagainya, sudah menjadi tema pembicaraan sehari-hari. Semua itu merupakan bukti atas masih rendahnya kualitas pelayanan yang diterima oleh rakyat. Kecenderungan beberapa pejabat melakukan korupsi, dan kelalaian mereka melakukan pengawasan atas kegiatan bisnis besar yang melibatkan uang negara dan uang rakyat, misalnya, jelas mencerminkan rendahnya kualitas kepemimpinan mereka.
Oleh karenanya, salah satu masalah besar yang kita hadapi sebagai rakyat Morotai saat ini sesungguhnya berkaitan dengan kepemimpinan pemerintahan. Di satu pihak, kita dihadapkan pada kenyataan tentang semakin banyaknya institusi dan organisasi yang membutuhkan pemimpin yang mampu memberi pelayanan maksimal terhadap rakyat. Di lain pihak, mekanisme rekrutmen kepemimpinan di kebanyakan institusi dan organisasi pemerintahan belum cukup menjamin lahirnya pemimpin seperti itu.Minggu,1 Januari 2023.(Muhammad Ashary Pawane, S.H.)
KONTRIBUTOR : M YATIN
NEWS