Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Embong Polobogo Mangkrak, Diduga Hamburkan Uang Rakyat

Senin, 30 Januari 2023 | Januari 30, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-02-07T14:12:25Z


Kab,Semarang,Senin, Oborrakyatnews.com -- Seiring dengan pesatnya pembangunan infrastruktur di setiap daerah baik jalan, jembatan, pelabuhan, irigasi, waduk dan embung,Program Presiden Joko Widodo,Pemerintah Pusat melalui anggaran APBD   telah menggelontorkan dana ratusan milyar guna fokus kepada pembangunan embung,  Gubernur Jawa Tengah ( Ganjar Pranowo) memantau langsung setiap pembangunan embung di setiap daerah.( Senin,30/01/2023)

Investigasi awak media ke lokasi embung di desa Polobugo ,Kecamatan Getasan ,Kabupaten Semarang diduga penyedia jasa atau kontraktor asal asal dalam pembangunan embung,1 tahun berjalan sejak tahun 2021 embung tidak bisa digunakan masyarakat untuk mengaliri pertanian,terlihat kumuh dan banyak kerusakan di sekitar embung.



Sa'at awak media obor rakyat menanyakan kepala desa Polobogo( ibu Dwi ) menjelaskan, bahwa embung sudah lama  bocor dan  di duga tidak ada inisiatif dari pemborong untuk memperbaiki, dan sebagai kepala desa Polobogo juga tidak mau menerima embung itu sebelum diperbaiki,ujar Bu Dwi

Hal senada juga di sampaikan ketua BPD Pemdes Polobogo,Ngederi.Pembangunan embung dari awal sampai finish Kami  pantau mas tetapi hasilnya kurang memuaskan,kamu sudah koordinasi dengan perangkat BPD dan Kepala Desa agar tidak serah terima di tunda sebelum ada perbaikan.

Awak media klarifikasi ke pemborong CV.Rizki Kurnia Utama tidak bisa terjawab, tim investigasi media akan mengirim surat kepada Presiden (Joko Widodo), Gubernur Jawa Tengah ( Ganjar Pranowo) ,di tembuskan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Anggaran APBD-P senilai 1.5 milyard tetapi plang proyek terpasang hanya 1.1 milyard itu yang kita kaji semuanya, apalagi belum serah terima plang proyek terbengkalai di tanah.

Namun yang disayangkan, pembangunan embung itu tidak sesuai harapan masyarakat Desa Polobogo,pasalnya,pembangunan yang menyerap biaya sebanyak satu setengah milyard tersebut,belum juga di serah terimakan ke pihak Desa, malah terkesan mangkrak.

Pembangunan tersebut dimulai pada tahun 21 oktober 2020,selama 55  hari kerja, dana bersumber dari APBDP yang di kerjakan oleh CV RIZKI KURNIA UTAMA tersebut sampai sa'at ini tidak berfungsi.(My)

Kontributor: M Yatin
News

×
Berita Terbaru Update