Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Peringatan milad GAM Sejumlah Daerah di Aceh Gelar Upacara Dan Kenduri

Senin, 05 Desember 2022 | Desember 05, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-12-05T02:12:28Z




ACEH,Obor rakyatnews.com - Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada Ahad (4/12/2022) diperingati dengan khidmat di sejumlah daerah di Aceh dengan upacara dan kenduri. Di beberapa daerah, warga bersama mantan tentara GAM mengibarkan bendera Bintang Buleun.

 Upacara bendera digelar di komplek makam Sultan Malikussaleh, Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Pengerek bendera mengenakan kemeja putih dan selempang bermotif garis hitam, merah, dan putih: simbol GAM masa konflik.



Upacara serupa juga digelar di halaman Masjid Babut Taqwa, Gampong Krueng Lingka, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur. Warga mengibarkan bendera GAM dengan iringan kumandang azan. Puluhan orang memadati lokasi itu.

Di Aceh Besar, Bintang Buleun dinaikkan di tiang bendera kompleks makam Teungku Chik di Tiro, Gampong Manggra, Kecamatan Indrapuri. Di sana pula dimakamkan pendiri GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Ia merupakan cicit Teungku Chik di Tiro Muhammad Saman, pahlawan nasional Indonesia asal Aceh.


Adapun peringatan milad GAM juga menggelar Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Aceh di Blang Padang, Kota Banda Aceh. Acara dirangkai dengan santunan yatim hingga kenduri rakyat.

Sejak beberapa hari lalu, polisi mulai meningkatkan pengamanan di Aceh. Warga yang merayakan milad diminta tetap menjaga manis-keamanan.

Milad GAM diperingati tiap 4 Desember. GAM didirikan oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro pada 4 Desember 1976. Gerakan ini bertujuan membuat Aceh merdeka dari Indonesia. Pada tanggal 15 Agustus 2005, Pemerintah Indonesia-GAM meneken kesepakatan damai di Helsinki, Finlandia.

Perdamaian ini memberikan otonomi yang lebih luas kepada Aceh dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sejak damai hadir hingga kini, mantan tentara GAM memuji miladnya setiap tahun dengan kenduri dan doa bersama untuk merawat damai.

Soal bendera Bintang Buleun, pada tahun 2013 silam Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) telah mengesahkan qanun mengatur bendera yang dulu dipakai GAM menjadi bendera Aceh.

Namun hingga saat ini masih belum ada kejelasan antara pemerintah pusat dan pengibaran ihwal Aceh serta penggunaan bendera Bintang Buleun. Dalam beberapa kasus, jika bendera itu dikibarkan, maka aparat keamanan akan menurunkannya.(**)

Kontributor : M Yatin
News

×
Berita Terbaru Update