SALATIGA,Oborrakyatnews.com - Rangkaian Festival Kampung Singkong di Salatiga yang memasuki hari kedua. Kegiatan yang dilangsungkan selama dua hari, (3 - 4/12) ini digelar dengan berbagai penghargaan dan pertunjukan.
Hari pertama, telah dilaksanakan pemecahan rekor dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID), gethuk terbanyak di dunia dengan total 2022 gethuk.Kemudian pada hari kedua di tempat yang sama, dilaksanakan kirab sedekah singkong, peresmian revitalisasi kampung singkong dan pembukaan “Mangan Singkong Sak Waregmu”.
Hadir dalam acara tersebut Pj. Wali Kota, Forkopimda, Sekda, Segenap Kepala OPD, Ketua paguyuban kampung singkong, pelaku UMKM, tamu undangan yang mengenakan pakaian adat nusantara dan masyarakat umum.
Tony Anandya, selaku ketua panitia yang sekaligus ketua paguyuban kampung singkong di Salatiga dalam sambutannya mengucapkan"kegiatan ini seperti “Sebuah mimpi sebetulnya, ketika kita bisa mengadakan festival kampung singkong di tahun ini.
" Festival ini merupakan salah satu ujud mimpi kami sejak dua tahun terakhir, untuk menunjukan bahwa kampung singkong ini tidak hanya untuk berjualan,namun ada segi ekonomi kreatifnya yang bisa diangkat"tutur Tony
Perlu Di ketahui, kampung singkong yang awalnya hanya satu IKM, menjadi 16 IKM, Kemudian 23 IKM dan sekarang menjadi 38 IKM olahan singkong. Belum lagi UMKM lain yang menjadi ‘support system’ di dalam komunitas ini”. Saya juga berharap kegiatan ini menjadi cikal bakal untuk bisa bersinergi dengan segenap ‘stake holder’ serta kementerian dan berbagai institusi lain"pungkas Tony
Sedangkan Kepala Disperinnaker Salatiga, Martini,kepada awak media menyampaikan" beberapa tujuan yang hendak dicapai dalam festival singkong tahun ini. “ untuk meningkatkan penyebaran dan pemerataan serta nilai tambah dan daya saing sentra IKM. Selanjutnya untuk meningkatkan produktifitas, kualitas produk, penguatan rantai pasok kawasan industri dan pengembangan ekonomi lokal. Yang ketiga untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, pelaku industri kecil dan industri menengah.
Pj. Wali Kota Salatiga, Sinoeng N. Rachmadi dalam kesempatannya mengungkapkan" kegiatan tersebut atas kerja gotong royong dari semua pihak. “Terimakasih yang berkenan hadir di acara ini, tentu ini adalah kerja gotong royong, ini adalah kerja secara kolektif untuk kita memajukan kampung singkong.
"Dan saya setuju hari ini kampung singkong mengadakan parade nusantara dan saya menggunakan baju dari komunitas Tionghoa. Inilah ke-Indonesiaan kita dan singkong sudah kita kemas sedemikian rupa, tidak hanya Indonesia karena target dan mimpi kita mendunia. Sehingga dalam konteks ini, kita dukung bersama-sama. Untuk kampung singkong selamat, selamat untuk berkreasi, selamat untuk berproduksi, selamat untuk menjaga dan merawat kebersamaan yang indah itu dan inilah wujud persembahan kita dengan menggunakan baju nusantara”tutur Sinoeng
Selain itu, orang nomor satu di Salatiga itu juga berkenan menandatangani prasasti revitalisasi kampung singkong,menyaksikan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dari berbagai pihak serta melepas kirab sedekah singkong yang diwujudkan dalam bentuk gunungan.
Setelah dilaksanakan kirab, Pj. Ketua PKK Salatiga, Denok Respati Sinoeng berkenan memotong pita sebagai tanda dibukanya agenda “Mangan Singkong Sakwaregmu” dan dilanjutkan menikmati berbagai olahan singkong yang tersedia.(**)
Kontributor :M Yatin
News