![]() |
| UD sang kontraktor yang diduga kerap merugikan mitra bisnisnya. |
SALATIGA,OborRakyatNews - Naas menimpa pria bernama Kabul lantaran bahan bangunan miliknya bernilai puluhan juta rupiah digondol oknum kontraktor nakal.
Nasib apes itu bermula saat menyuplai material pengerjaan proyek yang bersumber dana dari APBD Kota Salatiga tahun lalu.
Namun mau apa dikata, sang kontraktor berinisial UD seolah diam seribu bahasa dan tanpa sedikitpun bertanggung jawab.
Berbagai upaya dilakukan Kabul untuk menagih kepada UD. Namun sedikipun tidak ada respon dari UD.
Kabul hanya bisa berharap, UD segera memenuhi tanggung jawabnya.
Kabul membeberkan, mulanya ia menjalin kerjasama dengan pihak rekanan, dengan menyuplai material bangunan berupa pasir dan batu untuk pembangunan Proyek APBD Tahun lalu.
Material yang dibayar baru separuh, sisanya dijanjikan akan dibayar jika proyek selesai. Namun janji itu hingga saat ini tak kunjung ditepati.
“Sampai sekarang belum ada kabar, janjinya selesai proyek dilunasi. Sisanya sekitar Rp 12 juta,” ujar Kabul.
Kabul menuturkan, pihaknya akan membawa persoalan ini kejalur hukum apabila UD tidak menunjukan itikad baik, dan juga melapor ke dinas terkait.
Ungkapan senada dituturkan Ari Warga Kelurahan Ledok. Ia juga mengaku pernah dirugikan oleh UD saat mengerjakan perbaikan rumah milik anaknya.
"Saat itu perbaikan rumah anak saya, pengerjaannya diborong oleh UD dengan disepakati harga. Namun setelah uang kita serahkan semua, justru pekerjaan perbaikan rumah tidak selesai,"ucapnya.
Tak hanya itu, bahkan ada pihak toko material menagih kerumah anaknya lantaran belum dibayar.
"Kami merasa sangat dirugikan, tiap kali kita hubungi nomer Hp nya, tetapi tidak pernah di respon.Dari peristiwa tersebut, Kami merasa dirugikan sekitar Rp 35," Jelas Ari.
Dari penelusuran OborRakyatNews.com, Selain kerap tidak bertanggung jawab atas pekerjaannya, juga banyak membawa kabur uang kliennya.
Saat ini UD juga mengerjakan sebuah proyek di wilayah Ledok. Mirisnya proyek bersumber dana dari pemerintah juga dikerjakan secara amburadul.
Padahal proyek yang dikerjakan sebelumnya juga asal - asalan. Tanpa adanya evaluasi, saat ini justru dipercaya mengerjakan proyek pemerintah.
Dari keterangan sejumlah sumber, alasan UD tetap dipercaya pemerintah mengerjakan proyek meski perkerjaan dinilai tidak seusai spesifikasi, ternyata dibelakangnya ada sosok anggota DPRD yang mendalangi.
Miris, uang rakyat diduga dijadikan ajang bancaan.
Laporan: Ibrahim Faisal
